Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fakta di balik kelangkaan gas elpiji 3 Kg

Fakta di balik kelangkaan gas elpiji 3 Kg elpiji 3 kg. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (Kg) bukan hal yang pertama kalinya terjadi. Beberapa minggu terakhir masyarakat di sejumlah daerah mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg) bersubsidi.

Situasi ini tentunya menyulitkan masyarakat. Tak hanya menghambat aktivitas masyarakat, kelangkaan ini juga membuat harga isi ulang gas menjadi lebih mahal dari biasanya.

Salah satunya terjadi di sejumlah kabupaten di wilayah timur Provinsi Kalimantan Barat saat ini mengalami kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (Kg), khususnya di Kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Sintang, Sudirman mengatakan, masyarakat Sintang kesulitan mendapatkan gas melon tersebut sejak dua minggu terakhir. Dari laporan masyarakat, saat ini harga gas elpiji 3 kilogram bervariasi dari Rp 35 ribu hingga Rp 55 ribu, untuk setiap isi ulang gas elpiji.

Dia berharap ada solusi dari Pertamina, apalagi saat ini menjelang Hari Raya Natal dan Tahun baru, karena gas elpiji 3 kilogram itu paling banyak digunakan masyarakat.

"Berbeda dengan gas elpiji yang lima kilogram atau 12 kilogram, justru itu tidak ada masalah, karena memang gas elpiji 3 kilogram itu yang banyak dipakai masyarakat," kata Sudirman seperti ditulis Antara, Jumat (8/12).

Lalu apa penyebab elpiji 3 Kg menjadi langka. Berikut penjelasan Pertamina. (mdk/azz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP