Faisal Basri Ungkap Kunci Utama Kebangkitan Pariwisata dari Imbas Pandemi
Merdeka.com - Kondisi industri sektor pariwisata merana dihantam pandemi. Ekonom Senior Institute For Development of Economics and Finance (Indef), Faisal Basri, mengatakan kunci pemulihan pariwisata tetap pada penanganan pandemi yang cepat, sigap dan tepat sasaran.
"Jadi apa yang bisa pulihkan pariwisata? Ya, penanganan virus yang seksama," tuturnya dalam konferensi pers Indef secara virtual, Rabu (23/12).
Menurut dia, sektor pariwisata diproyeksi masih mengalami kontraksi meskipun kepercayaan turis asing untuk datang kembali ke Indonesia cukup tinggi.
"Orang asing confident tidak datang ke Indonesia? Kalau dibilang, ya, 22 persen (data Pacific Asia Travel Association). Sekalipun confident, tidak akan datang ke Indonesia. Percayalah," ujar Faisal.
Alasan Turis Asing Ogah ke Indonesia
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comHal ini dikarenakan, turis asing masih memikirkan ulang konsekuensi dan resiko yang harus dihadapi setelah selesai menyambangi Indonesia. Menurut Faisal, mereka akan diwajibkan isolasi mandiri selama 14 hari di hotel dan tidak boleh keluar kamar.
"Bayar sendiri USD 2.000, saya kira tidak ada turis yang mau menderita diisolasi tidak boleh keluar dari kamar hotel begitu," jelasnya.
Intinya, lanjut Faisal, pengendalian virus Covid-19 di Indonesia masih harus jadi prioritas. Adanya vaksin yang datang saat ini pun, menurutnya, masih belum menjawab kegelisahan atas penanganan pandemi ini.
"Vaksin, masih belum jelas. (Uji klinis) fase 3 belum diumumkan. Dan Sinovac ini menegaskan efektivitasnya masih belum diketahui. Jadi kita beli kucing dalam karung, bagaimanapun mau digencarkan, turis masih akan melorot," tegasnya.
Adapun menurut data Badan Pusat Statistik, persentase kedatangan turis ke Indonesia anjlok 72,4 persen periode Januari-Oktober 2020. Pada Oktober 2020, angkanya meningkat jadi 88,2 persen.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya