Faisal Basri beberkan amburadulnya pengelolaan BUMN saat ini
Merdeka.com - Ekonom, Faisal Basri mengkritik pengelolaan perusahaan BUMN saat ini. Menurutnya, banyak yang telah menyimpang dan tidak sesuai dengan tujuan UUD. Salah satu contohnya adalah banyaknya anak dan cucu perusahaan BUMN sehingga membuat perusahaan tidak fokus.
"Sekarang saatnya menata ulang BUMN, anak cucunya sudah engak tahu lagi berapa banyak, kita harus menata ulang," ucap Faisal dalam acara diskusi di Jakarta, Kamis (8/6).
Faisal mengatakan, BUMN saat ini diperlakukan dengan sangat luar biasa. Mereka bisa memonopoli rakyat. "Contoh kalau Anda masuk tol mau bayar pakai GTO harus pakai bank negara, ini kan hak warga dan diskriminasi negara."
Selain itu, sejumlah BUMN menurut Faisal juga menjauh dari misinya. Makin banyak BUMN merambah bisnis yang bukan bisnis intinya. Misalnya, PT Adhi Karya dan PT Pegadaian yang kini merambah bisnis hotel.
"Mau yang lebih aneh lagi Perum Bulog mengakuisisi PT Gendhis Multi Manis yang merupakan swasta murni terlilit utang Rp 1 triliun. Salah satu yang dapat itu orang Gerindra yang jadi komisarisnya," katanya.
Faisal menyarankan agar pemerintah kembali memetakan BUMN dan berkontribusi kepada negara dan masyarakat.
"Jadi bagaimana menata BUMN ini kita harus petakan dulu, lihat ada manfaat sosialnya engak? Kalau tidak tutup."
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya