Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Eximbank minta pemerintah segera cairkan PMN Rp 2 triliun

Eximbank minta pemerintah segera cairkan PMN Rp 2 triliun Ilustrasi Ekspor Impor. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) berharap dana Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 2 triliun pada tahun ini dapat segera cair. Eximbank membutuhkan penguatan permodalan untuk mendukung rencana ekspansi.

Direktur Eksekutif Eximbank, Ngalim Sawega, mengatakan melalui PMN tersebut maka pertumbuhan pembiayaan, penjaminan dan asuransi bisa melanjutkan tren pertumbuhan.

"Pemerintah dan DPR telah menyetujui pengalokasian PMN untuk Eximbank sejak Oktober 2015. Kalau PMN itu cair, CAR kami bisa kembali ke 16 persen. Tetapi, semua itu tergantung pemerintah," ujarnya di Kantornya, Jakarta, Selasa (23/2).

Ngalim menyebutkan, per 31 Desember 2015 rasio kecukupan modal (CAR) Eximbank tercatat sebesar 13,9 persen, padahal di akhir 2014 masih 16,66 persen.

Per akhir Desember 2015, Eximbank mencatat peningkatan ekspansi pembiayaan, penjaminan dan asuransi mencapai Rp 74,83 triliun atau mengalami kenaikan 23 persen secara year-on-year.

"Sebelumnya pemerintah sudah menambah modal kami Rp 1 triliun. Ini menunjukkan konsistensi pemerintah untuk menambah kemampuan kami," tutur Ngalim.

Ngalim mengungkapkan, Eximbank menargetkan pertumbuhan pembiayaan di 2016 sebesar 20,19 persen menjadi Rp 87,73 triliun, penjaminan sebesar 42,47 persen menjadi Rp 8,9 triliun dan asuransi ditargetkan tumbuh 566,94 persen menjadi Rp 8,05 triliun.

Sementara itu, jelas dia, Eximbank menargetkan volume trade finance di 2016 sebesar USD 1 miliar yang diarahkan untuk mendukung pembiayaan proyek-proyek strategis.

Ngalim merincikan, sektor yang menjadi target penyaluran pembiayaan adalah perindustriaan sebesar 45,92 persen, pertanian sebesar 12,09 persen, pertambangan sebesar 10,18 persen dan jasa dunia usaha sebesar 9,19 persen.

"Pada akhir 2015 laba bersih kami sebesar Rp 1,43 triliun atau meningkat 20,73 persen dari posisi di akhir 2014 yang senilai Rp 1,18 triliun," jelas Ngalim.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP