ESDM Sebut Konsumsi Listrik PLN Turun 10 Persen Selama Pandemi
Merdeka.com - Direktur Aneka Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Harris Yahya mengatakan, penggunaan listrik di masa pandemi menurun hingga 10 persen. Bahkan, secara khusus penurunan penggunaan listrik menurun 18 persen di Bali.
"Data dari PLN ada penurunan demain hingga 10 persen secara nasional dan di Bali di lokasi tertentu turun sampai 18 persen," kata Harris dalam diskusi Pengembangan Energi Baru Terbarukan, Jakarta, Kamis (22/10).
Menurutnya, penurunan permintaan energi ini sangat besar, sebab untuk bisa kembali pada jumlah permintaan sebelum pandemi dibutuhkan waktu 2 tahun lagi. "Sehingga butuh waktu 2 tahun lagi buat recovery pada permintaan semula," imbuhnya.
Padahal, lanjut dia, dalam waktu bersamaan pemerintah tengah memproduksi 35 ribu megawatt (MW) demi melistriki pelosok daerah. Tentu saja kata dia ini akan mengakibatkan kesenjangan antara persediaan dan permintaan terhadap energi bagi PLN dari sisi pelanggan masyarakat biasa.
Sementara itu, dari sisi konsumsi listrik industri dia belum bisa memastikan terjadi penurunan akibat dampak pandemi Covid-19. Sebab, saat ini banyak industri yang menghasilkan energi sendiri lewat pembangunan PLTS sendiri.
Apalagi, tidak sedikit hal ini dilakukan perusahaan besar yang memanfaatkan lahan bekas galian tambang. Seperti yang akan dijalankan PT Bukit Asam Tbk, yang akan membangun PLTS di lahan bekas tambangnya.
"Kita belum tahu spesifiknya karena sekarang banyak perusahaan swasta yang memanfaatkan lahan bekas tambang seperti di Kalimantan dan Sumatera untuk dijadikan PLTS," kata Harris.
Bila ini yang terjadi, kata dia maka akan terjadi penambahan jumlah pasokan energi listrik yang bersumber dari energi baru terbarukan (EBT). Jumlahnya pun diperkirakan tidak sedikit dari pengembangan EBT ini.
"Ini akan memberikan penambahan yang besar, karena sekarang ini banyak yang dilakukan untuk sampai sana (membangun PLTS)," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya