Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

ESDM Sebut IUPK Freeport Segera Terbit Usai Pembelian Saham Lunas

ESDM Sebut IUPK Freeport Segera Terbit Usai Pembelian Saham Lunas Freeport. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Yunus Saefulhak mengatakan, Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PT Freeport Indonesia bisa segera diterbitkan, ]PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) melunasi pembelian saham‎. Saat ini, kepemilikan saham 41,64 persen hanya tinggal menunggu pembayaran.

"Nanti hampir bersamaan tapi tetap divestasi dulu jedanya sebentar, tapi mungkin hitungan sehari saja bahkan bisa hitunan jam bisa keluar IUPKnya," kata Yunus, di Jakarta, Rabu (5/12).

Dia menjelaskan, Inalum pun sudah mendapatan kucuran dana dari ‎penerbitan global bond sebesar USD 4 miliar, untuk akusisi saham PT Freeport Indonesia 41,64 persen senilai USD ‎senilai USD 3,85 miliar

Berdasarkan informasi yang diperolehLiputan6.com.‎ Global bond yang ditawarkan terdapat empat tenor, pertama tenor 3 tahun sebesar USD 1 miliar ‎dengan bunga 5,5 persen. Kedua tenor 5 tahun sebesar USD 1,25 miliar dengan bunga 6 persen, berikutnya tenor 10 tahun sebesar USD 1 miliar dengan bunga ‎6,875 persen, serta tenor 30 tahun sebesar USD 750 juta dengan bunga 7,375 persen.

Untuk mendapatkan dana dari global bond, induk usaha holding BUMN Pertambangan tersebut telah melakukan ‎road show ke Singapura, Hongkong, Amerika Serikat dan London. Namun seperti tebakan telur dan ayam, Inalum masih menahan pelunasan atas pembelian 41,64 persen saham Freeport Indonesia karena menungu penerbitan IUPK untuk Freeport Indonesia.

Direktur Utama Inalum‎ Budi Gunadi Sadikin mengatakan, saat ini Inalum telah memegang uang untuk membeli saham Freeport Indonesia agar genap dimiliki 51 persen. Namun belum bisa pembayaran belum dilakukan, sebab ‎perusahaan tersebut masih menunggu proses peralihan status dari Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan diterbitkan pemerintah.

‎"Begitu ESDM siap keluarin ijin, uang udah ada," kata Budi.

Menurut Budi, pembayaran saham harus beberbarangan dengan penerbitan status IUPK, ‎dia berharap Freeport Indonesia segera berdiskusi dengan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), agar segera menyelesaikan masalah yang mengganjal penerbitan status IUPK.

"Sama-samalah, seharusnya berbarengan. Freeport mesti diskusi dengan ESDM dan lingkungan untuk bisa menyelesaikan urusan antara mereka. Ntar kalau udah selesai kita bayar, uang sudah ada," tutur Budi.

‎Budi menegaskan, Inalum siap setiap waktu melunasi pembayaran 41,64 ‎ persen ‎saham Freeport Indonesia senilai USD 3,85 miliar. Namun dia tidak bisa memastikan targetnya, karena masih menanti‎ pemenuhan syarakat untuk merubah status menjadi IUPK.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP