Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

ESDM sebut banyak titik potensi migas di Indonesia Timur belum tereksplorasi

ESDM sebut banyak titik potensi migas di Indonesia Timur belum tereksplorasi eksplorasi minyak lepas pantai. shutterstock

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ego Syahrial, mengatakan bahwa potensi minyak dan gas Indonesia masih cukup besar. Hal ini disebabkan masih terdapat 128 cekungan migas yang belum dieksplorasi secara optimal.

"Apakah cadangan migas habis? Tidak. Secara skala kita ada 128 cekungan migas, baru 45 persen yang betul-betul kita sentuh eksplorasi," ungkapnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (9/1).

"Ada potensi mainly di Indonesia Timur yang memang belum disentuh. Nah ini yang jadi tugas kita," sambungnya.

Lebih jauh Plt Dirjen Migas Kementerian ESDM ini pun mengatakan bahwa perubahan dari rezim cost recovery menjadi gross split bakal mendorong naiknya iklim investasi, yang berimbas pada peningkatan cadangan migas Indonesia.

"Perubahan policy pemerintah dari rezim Cost Recovery ke Gross Split ini salah satu solusi untuk efisien. Ini bisa menggiatkan lagi eksplorasi," jelas Ego.

Menurut dia, indikator yang menjadi ukuran pemerintah adalah pada lelang WK migas tahap pertama 2017, tercatat dari 7 WK konvensional dengan skema gross split yang ditawarkan pemerintah, 5 di antaranya diminati investor.

Diketahui dalam lelang WK Migas pada 2015 dan 2017 tidak ada satu pun WK yang diminati oleh investor alias laku terjual. "Indikatornya sudah ada dari 7 penawaran 5 diantaranya masuk (diminati investor)," kata dia.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP