Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

ESDM: Pemerintah tak ikut campur mundurnya Jim Bob dari Freeport

ESDM: Pemerintah tak ikut campur mundurnya Jim Bob dari Freeport Sudirman Said. ©2015 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said turut angkat bicara terkait mundurnya James R. Moffet atau Jim Bob sebagai Executive Chairman Freeport McMoran. Menurut Sudirman, hal tersebut merupakan urusan internal perusahaan.

"Itu keputusan internal korporasi mereka, pemerintah tidak bisa ikut campur," kata Sudirman di Istana, Jakarta, Selasa (29/12).

Sudirman tak kaget dengan mundurnya Jim Bon dari Freeport. Dia percaya bila penggantinya Jim Bob akan membawa suasana baru di perusahaan tambang tersebut.

"Tapi saya selalu menyambut baik, menyambut positif setiap perubahan. Karena perubahan itu pasti akan membawa suasana baru, pemimpin baru dari Freeport tentu akan membawa cara kerja baru yang tentu bisa kita antisipasi. Saya kira itu adalah urusan internal mereka," jelas Sudirman.

Seperti diketahui, James R. Moffet atau Jim Bob bakal melepas jabatannya sebagai Executive Chairman Freeport McMoran. Ditenggarai, itu lantaran tekanan pelemahan harga komoditas yang memukul seluruh industri.

Seperti dikabarkan Associated Press, Senin (28/12), James Moffet bersedia menjadi konsultan perusahaan tambang emas dan tembaga terbesar di dunia tersebut. Salah satu tugasnya memberikan masukan terkait negosiasi perpanjangan kontrak Freeport di Indonesia.

Saat ini, pemerintah dan PT Freeport Indonesia tengah melakukan renegosiasi perpanjangan kontrak yang akan habis pada 2021 mendatang. Pembahasan berjalan alot karena Freeport ingin segera mendapatkan kepastian mengingat dana investasi yang digelontorkan tidak sedikit. Namun, pemerintah terganjal aturan yang menyatakan perpanjangan baru bisa dilakukan dua tahun sebelum kontrak berakhir.

Sulitnya mencapai kata sepakat bahkan sampai menimbulkan polemik baru. Di mana belum lama ini terdapat ikut campur pihak ketiga dari pengusaha dan ketua DPR. Kasus ini kita kenal dengan julukan 'papa minta saham'.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP