ESDM: Pembangunan Smelter Freeport Baru Mencapai 3,86 Persen
Merdeka.com - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, realisasi Pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) PT Freeport Indonesia baru mencapai 3,86 persen, dengan target selesai pada 2022.
Direktur Pembinaan dan Pengusaha Mineral Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Yunus Saefulhak mengatakan, kemajuan pembangunan smelter Freeport sudah mencapai 3,8 persen, evaluasi kemajuan pembangunan smelter berlaku selama satu tahun atau semenjak mengantongi rekomendasi izin ekspor konsentrat tembaga.
"Sampai bulan februari dia 3,86 persen," kata Yunus, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (6/5).
Menurut Yunus, evaluasi pembangunan smelter berdasarkan rencana kerja yang diajukan perusahaan ke pemerintah. Pencapaian kemajuan Pembangunan smelter sudah 100 persen dari program kerja yang diajukan ke pemerintah.
"Jadi target 6 bulanan mencapai sudah lebih dari 100 persen, karena target sesungguhnya 3,85 persen, itupun bisa 90 persen bisa. Artinya dengan kata lain target 6 bulannya tercapai, tuturnya.
Yunus mengungkapkan, dalam pemantauan kemajuan Pembangunan smelter, seharusnya realisasi kemajuannya mencapai 4,67 persen. Namun terjadi perubahan metode pembangunan, sehingga realisasi kemajuan pembangunan smelter Freeport menurun.
"Karena perubahan metode yang tadinya menggunakan Mitsubishi berubah menjadi autotec. autotec itu investasinya jauh lebih besar. kalau investasinya jauh lebih besar, yang semula itu pembaginya lebih kecil. sekarang pembaginya lebih besar, 4, sekian kalau kita konversikan jadi turun lagi. jadi yg 3,86 itu terdiri dari satu mengenai persiapan awal, yaitu feasibility study, environment study," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya