Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

ESDM, Kemenperin, Kementan, KemenLHK rembukan pengembangan BBN

ESDM, Kemenperin, Kementan, KemenLHK rembukan pengembangan BBN bio diesel. shutterstock

Merdeka.com - Dewan Energi Nasional (DEN) menggelar sidang anggota ke-23 di Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Salah satu agenda pembahasan tentang evaluasi pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN).

Sidang ke-23 DEN ini dipimpin langsung oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan selaku Ketua Harian DEN dengan dihadiri oleh anggota DEN dari unsur pemerintah atau yang mewakili dan anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan.

Anggota DEN, Syamsir Abduh, mengatakan pembahasan BBN memerlukan kajian yang melibatkan banyak kementerian dan lembaga. Kementerian ESDM dan Kementerian Perindustrian akan jadi pemimpinnya dan melibatkan Kementerian Pertanian dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Terkait BBN tadi disampaikan ketua harian perlu nya momentum perlunya kajian yang melibatkan berbagai sektor," kata Syamsir, Kamis (12/10).

Syamsir menegaskan, sinkronisasi antar kementerian dan lembaga dibutuhkan agar tidak ada masalah saat hasil putusan ditetapkan. "Dalam studi ini sebaiknya seluruh stakeholder dilibatkan di dalamnya, agar setelah diputuskan tidak menimbulkan pro dan kontra."

Sebagai informasi, jika negara-negara di Timur Tengah dikenal sebagai ladang minyak mentah, Indonesia juga dikenal sebagai ladangnya energi alternatif. Terutama bahan bakar dari sumber hayati atau lebih dikenal dengan Bahan Bakar Nabati (BBN).

"Indonesia adalah 'timur tengah' untuk BBN," kata Deputi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi bidang Teknologi Informasi, energi, dan material Unggul Priyanto, di Jakarta, (16/9).

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP