ESDM duga kelangkaan elpiji 3 Kg karena agen nakal
Merdeka.com - Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) I Noman Gusti Wiratmaja menduga kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (Kg) di Binjai, Sumatera Utara terjadi karena permainan agen nakal. Pasalnya, kuota gas di daerah tersebut tidak dikurangi.
Menurut Noman, penyaluran gas elpiji juga tidak mengalami kendala ke Binjai. Seharusnya, gas tidak langka karena mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Kita sudah kontak ke Binjai, Pertamina sudah cek di sana. Jadi engga ada pengurangan kuota, engga ada truk macet, normal aja. Tampaknya ada yang simpen. Mungkin juga (agen nakal) karena dari suplai engga ada truk yang mogok," ucap Noman di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (20/2).
Noman membantah langkanya gas elpiji di Binjai karena marjin agen yang berkurang. Untuk Pertamina sendiri diakui tidak mengambil untung dari bisnis elpiji 3 Kg ini. "Marjin agen normal. Yang engga ada untungnya kan Pertamina," tegasnya.
Terkait rencana penyaluran elpiji 3 Kg menggunakan 'kartu Jokowi' atau pemegang kartu KIS dan KIP, Noman menyebut masih dalam pembahasan. "Mungkin butuh 2-3 bulan. Ingetin saya, soalnya semua opsi lagi dibahas yang mana yang bisa dan lokasinya di mana," tutupnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya