ESDM: Defisit Migas Akan Membaik Usai Lebaran
Merdeka.com - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan defisit minyak dan gas (migas) akan membaik, setelah mengalami kenaikan pada April 2019 diakibatkan peningkatan pasokan untuk memenuhi kebutuhan saat Ramadan dan Lebaran Idul Fitri.
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto mengatakan, kenaikan impor migas saat April disebabkan persiapan pemenuhan energi saat Ramadan dan Idul Fitri. Biasanya, pada momen tersebut konsumsi energi mengalami kenaikan.
"Iya sudah itu saja untuk Lebaran kan meningkat, untuk puasa dan Lebaran," kata Djoko, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (15/5).
Djoko memastikan, pasca momen tersebut impor migas akan menurun, sebab Indonesia sudah melakukan pengurangan impor migas dengan berhentinya impor solar dan avtur, serta mengurangi impor minyak mentah yang baru saja berlangsung.
"Kita kan impornya juga turun. Solar dan Avtur turun, crude juga turun impornya,"
Djoko melanjutkan, selain mengurangi impor, Indonesia juga mengurangi ekspor gas dan meningkatkan penyerapan gas di dalam negeri, sehingga ketergantungan terhadap energi yang dipasokan dari luar negeri berkurang.
"Ekspor kurang digunakan untuk dalam negeri. Gunakan gas lebih banyak tahun ke tahun gunakan dalam negeri tidak kita ekspor. Sudah dua itu saja. Impor menurun," tandasnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada April 2019 sebesar USD 2,50 miliar. Defisit dipicu defisit sektor migas dan non migas masing masing sebesar USD 1,49 miliar dan USD 1,01 miliar.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, defisit pada April tersebut merupakan terbesar sejak Juli 2013. Defisit yang hampir sama pernah terjadi pada Juli 2013 sebesar USD 2,33 miliar.
"Menurut data kami, yang sekarang ada, itu terbesar di Juli 2013 sekitar USD 2,33 miliar. Lalu April ini, sebesar USD 2,50 miliar," ujar Suhariyanto di Kantornya.
Adapun pada April ekspor Indonesia naik sebesar 10,8 persen menjadi USD 12,6 miliar sedangkan impor naik lebih tajam sekitar 12,25 persen menjadi USD 15,1 miliar jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Penyebab defisit neraca perdagangan tersebut utamanya, disebabkan oleh defisit migas sebesar 2,76 miliar. Sedangkan non migas mengalami surplus sebesar USD 0,2 miliar.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya