ESDM: Dalam 5 tahun subsidi BBM capai Rp 1.300 triliun
Merdeka.com - Pemerintah resmi menaikkan harga BBM subsidi jenis premium dan solar Rp 2.00 per liter. Kementerian ESDM mengklaim selama hampir 5 tahun terakhir, alokasi subsidi energi mencapai sekitar Rp 1.300 triliun, lebih tinggi dari alokasi untuk pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat yang mencapai sekitar Rp 1.200 triliun.
"Semakin besarnya subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), kemampuan pemerintah membiayai berbagai program percepatan dan perluasan program perlindungan sosial serta peningkatan infrastruktur menjadi terkendala," ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Saleh Abdurrahman dalam rilis yang diterima merdeka.com, Senin (17/11).
Dia mengatakan, opsi kebijakan penyesuaian harga BBM bersubsidi dengan tujuan agar alokasi dana subsidi dapat dimanfaatkan untuk tujuan yang lebih produktif. Diantaranya, program pendidikan, kesehatan serta perluasan pembangunan infrastruktur. "Sehingga ini dapat menyerap tenaga kerja," katanya.
Harga BBM subsidi selama 10 tahun terakhir telah mengalami beberapa kali penyesuaian, misalnya pada tahun 2005, harga bensin premium dari Rp 1.810 per liter menjadi Rp 2.400 per liter. Pada tahun yang sama, Pemerintah kembali menyesuaikan harga bensin subsidi dari Rp 2.400 per liter menjadi Rp 4.500 per liter.
Untuk solar di tahun 2005, naik dari Rp 2.100 per liter menjadi Rp 4.300 per liter. Pada tahun 2013, harga bensin premium naik menjadi Rp 6.500 per liter, sedangkan solar naik menjadi Rp 5.500 per liter. Pada saat ini, penyesuaian harga BBM subsidi ditetapkan sekitar 30,7 persen untuk bensin premium dan 36,3 persen untuk minyak solar. (mdk/arr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya