ESDM Catat Cadangan Batubara Indonesia Bisa untuk 65 Tahun
Merdeka.com - Pemerintah terus mengejar energi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan tuntutan Paris Agreement. Di sisi lain, pasar domestik juga masih belum bisa lepas sepenuhnya dari kebutuhan energi fosil, khususnya batubara.
Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sujatmiko memaparkan, potensi batubara di Nusantara saat ini masih sangat besar. Diperkirakan, kecukupan cadangannya mencapai 65 tahun jika tidak ada penambahan cadangan batubara.
"Kalau kita lihat kebutuhan proyeksi, Mau tidak mau, suka tidak suka kita punya 143,7 miliar ton sumber daya, dan 38,8 miliar ton cadangan batubara. Maka dari cadangannya saja kita masih punya umur tambang batubara 65 tahun," ungkapnya dalam sesi webinar, Selasa (14/12).
Melihat data tersebut, Sujatmiko percaya, pemanfaatan batubara sesuai peta jalan green technology tetap akan jadi salah satu penopang utama ekonomi di sektor energi nasional.
Rencana Pemanfaatan Batubara Indonesia
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSecara arah pemanfaatan, pemerintah bakal menetapkan hilirisasi batubara menjadi Dimethyl Ether (DME), methanol, pupuk, dan syngas. Sehingga batubara tetap punya fungsi sebagai penggerak ekonomi nasional.
"Hilirisasi batubara akan menjadi penopang utama untuk mengantisipasi kekurangan pasokan gas dalam negeri," ujar Sujatmiko.
Selain itu, melakukan optimalisasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) melalui Clean Coal Technology (CCT) dan Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS).
Pemerintah juga menetapkan kebijakan, tidak ada pembangunan PLTU baru di Jawa, dan PLTU mulut tambang untuk luar Jawa.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu KencanaSumber: Liputan6.com
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya