ESDM belum tentukan harga acuan beli minyak kontraktor
Merdeka.com - Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan diskusi, untuk menetapkan harga minyak yang akan dijadikan acuan untuk membeli minyak hasil produksi Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS).
"Sedang dibicarain harganya,Masih dihitung dulu," kata Arcandra, di Jakarta, Rabu (22/8/2018).
Menurut Arcandra, harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) yang saat ini jadi acuan harga juga minyak asal Indonesia tidak selamanya lebih murah dari pasar internasional, sehingga pemerintah harus mencari formula harga yang tepat.
"Ini logika umum itu salah mengatakan ICP selalu lebih rendah. Belum tentu.Tergantung jenisnya. ICP kan banyak jenisnya, yang mana yang mau dibandingin, " tuturnya.
Arcandra mengungkapkan, ide awal pembelian minyak hasil produksi kontraktor bertujuan untuk menghemat jarak tempuh pembelian minyak, sehingga terjadi penghematan dari sisi ongkos angkut.
"Coba, impor dari Nigeria,dibandingkan dengan ambil dari Duri (Riau) mana yang lebih panjang," tandasnya.
Sebelumnya, Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan, kilang Pertamina mampu mengelola minyak bagian Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) hasil produksi Blok migas di Indonesia. Sebab, spesifikasi minyak sesuai dengan kilang yang dioperasikan saat ini.
"Kemampuan kilang, ini spesifikasi minyaknya sesuai. Crude, lifting KKKS kan crude," kata Adiatma, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (15/8).
Saat ini kapasitas seluruh kilang yang dioperatori Pertamina mencapai 800 ribu barel, sehingga kilang yang ada saat ini sudah mumpuni mengelola seluruh minyak bagian kontraktor yang dijual ke Pertamina.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya