ESDM bantah Rupiah melemah akibat sektor listrik dalam negeri
Merdeka.com - Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Sommeng mengatakan, sektor kelistrikan tidak berperan dalam pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Dia menyebutkan penyebabnya adalah defisit neraca perdagangan.
"Tidak ada berpengaruh dalam kurs, itu karena keseimbangan ekspor impor neraca perdagan kita," kata Andy, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (23/9).
Menurut Andy, porsi impor komponen pembangkit juga tidak besar. Dia pun membatah, rencana penundaan proyek 15.200 Mega Watt (MW) bertujuan untuk menyeimbangkan defisit neraca perdagangan.
"Kalau (impor) sektor listrik tergantung (jenis barangnya). Tapi transmisi distribusi sudah bikin sendiri," ujarnya.
Andy melanjutkan, investasi sektor kelistrikan khususnya dari luar negeri juga bukan menjadi penyebab melemahnya rupiah. Hal tersebut justru mendatangkan dolar masuk ke Indonesia, disisi lain penggunaan dolar sektor kelistrikan juga sudah ditiadakan sejak Peraturan Bank Indonesia.
"Itukan karena kita impor beli hand phone, beli belanja online. Itu salah (rupiah melemah karena sektor kelistrikan)," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya