Erick Thohir soal Kerja Sama BUMN dan UMKM: Produk Harus Buatan Indonesia
Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyambut baik kerja sama UMKM dan BUMN dalam rantai pasok. Dia mengingatkan, agar produk yang masuk rantai pasok nantinya memakai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan benar-benar produk buatan Indonesia.
"Tentu sebagai partner saya titip kepada partner, dijaga standardisasi dan kurasinya. Seperti kita sama-sama waktu itu bagaimana Padi UMKM kita coba kurasi dan perbaiki. Supaya yang masuk di Padi UMKM lama-kelamaan ya memang benar-benar UMKM, dan produknya mayoritas buatan Indonesia," ujarnya, Jakarta, Jumat (3/9).
Erick Thohir mengatakan, perusahaan yang dikerjasamakan dalam program ini bukan asal perusahaan. Sehingga butuh kurasi dan standardisasi yang tepat. Sebab, standar yang digunakan BUMN cukup tinggi dan harus bisa bersaing secara internasional.
"Saya harapkan kepada Kemenperin untuk memastikan, karena ini adalah bagian dari pada jantung industri PLN, Pertamina, atau mungkin di Telkom, ini kurasi dan standarnya harus betul-betul sesuai," katanya.
"Karena penting sekali keberpihakan TKDN Kementerian BUMN atau para BUMN ini memastikan tidak menurunkan standar daripada bagaimana BUMN bisa terus bersaing di market dan pasar global," sambungnya.
Erick Thohir berharap kerja sama BUMN dan UMKM bisa terus ditingkatkan. Dia memastikan BUMN akan terus membuka diri agar UMKM bisa maju. Tidak hanya UMKM, pihaknya juga membuka diri terhadap kementerian yang ingin bekerja sama.
"Jadi saya sangat berharap kerja sama ini bisa ditingkatkan. Kami di BUMN sangat membuka diri pada kondisi ini. Dan tentu dengan segala support yang ada saya akan pastikan hal ini terjadi, dan terima kasih atas kesempatan kerja samanya dengan 2 kementerian," tandasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya