Erick Thohir: Seluruh BUMN Dukung Transisi Indonesia Menuju Emisi Nol
Merdeka.com - Asian Development Bank (ADB) menandatangani nota kesepahaman dengan PT PLN untuk mendukung upaya mencapai target energi bersih di Indonesia. Acara penandatanganan tersebut diadakan di sela-sela Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP26) antara Direktur Utama PT PLN Zulkifli Zaini dengan Direktur Jenderal ADB untuk Asia Tenggara Ramesh Subramaniam.
Indonesia baru-baru ini menyatakan komitmennya untuk mengurangi emisi hingga 29 persen pada 2030. Indonesia juga bertekad untuk mencapai emisi nol bersih (net zero emission) pada 2060 atau sebelumnya.
"Seluruh BUMN mendukung transisi Indonesia menuju emisi nol bersih, karena hal ini akan memberi manfaat bagi masyarakat dan juga lingkungan," ujar Menteri BUMN Erick Thohir dikutip keterangan resmi ADB, Jakarta, ditulis Selasa (2/11).
"Kementerian BUMN menyambut kerja sama BUMN dengan berbagai pemangku kepentingan, yang merupakan langkah awal menuju transisi yang adil dan terjangkau guna mendorong jalur pembangunan yang netral karbon," sambungnya.
Indonesia merupakan satu dari tiga negara Asia Tenggara, selain Filipina dan Viet Nam, yang bermitra dengan ADB dalam studi rintisan mengenai Mekanisme Transisi Energi (Energy Transition Mechanism atau ETM).
Beberapa di antaranya program pengurangan karbon yang bertujuan untuk memanfaatkan pembiayaan pemerintah-swasta guna mempercepat penutupan pembangkit listrik tenaga batu bara dan menggantinya dengan sumber energi yang bersih dan terbarukan.
Selanjutnya
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comADB belum lama ini telah menyelesaikan studi pra-kelayakan atas ETM dan kini sedang mengadakan studi kelayakan lengkap. "ADB telah terlibat dalam sektor energi Indonesia selama lebih dari 50 tahun dan kami bangga dapat bekerja sama dengan PLN untuk membantu Indonesia melakukan transisi penting dari energi berbasis karbon ke energi bersih."
"Bersama dengan para mitra di Indonesia, ADB siap membantu transisi menuju energi terbarukan yang juga andal dan terjangkau," kata Wakil Presiden ADB Ahmed M Saeed.
ADB baru-baru ini mengumumkan peningkatan ambisinya bagi pembiayaan iklim kumulatif selama 2019–2030 menjadi USD100 miliar, sekaligus berkomitmen untuk memastikan bahwa setidaknya 75 persen dari seluruh proyek ADB akan terkait dengan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim pada 2030.
ADB berkomitmen mencapai Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, serta terus melanjutkan upayanya memberantas kemiskinan ekstrem. Didirikan pada 1966, ADB dimiliki oleh 68 anggota—49 di antaranya berada di kawasan Asia dan Pasifik.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya