Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Erick Thohir Minta Tambahan PMN Rp33,9 Triliun untuk 3 BUMN, Ini Rinciannya

Erick Thohir Minta Tambahan PMN Rp33,9 Triliun untuk 3 BUMN, Ini Rinciannya Erick Thohir. ©2018 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengusulkan tambahan penyertaan modal negara (PMN) untuk tiga perusahaan BUMN. Di mana total kebutuhan anggaran untuk tiga perusahaan plat merah ini mencapai Rp33,9 triliun.

"Bahwa kebutuhan PMN tambahan adalah Rp33,9 triliun," katanya dalam Rapat Kerja bersama dengan Komisi VI DPR RI, terkait Keputusan Usulan Penerima Penyertaan Modal Negara Tahun 2022, Rabu (14/7).

Menteri Erick merinci, dari total tambahan sebesar Rp33,9 triliun itu akan diberikan kepada Waskita Karya sebesar Rp7,9 triliun. Alokasi tambahan ini akan digunakan untuk penguatan permodalan dalam rangka restrukturisasi.

Kemudian untuk KAI sebesar Rp7 triliun. Alokasi ini akan digunakan untuk dukungan dalam rangka menjalankan PSN LRT Rp2,7 triliun dan pemenuhan base equity KCIC (Kereta Cepat Indonesia China) Rp4,3 triliun.

Terakhir untuk Hutama Karya sebesar Rp19 triliun. Tambahan dukungan ini digunakan untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera.

"Semuanya untuk kereta api dan Hutama Karya ini adalah penugasan penyelesaian," katanya.

PMN untuk Proyek Strategis Nasional

Kementerian BUMN mengusulkan penyertaan modal negara (PMN) tahun 2022 sebesar Rp 72,44 triliun. PMN ini ditargetkan dapat menyeimbangkan jumlah penerimaan negara dari BUMN yang mencapai Rp 3.295 triliun.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, PMN ini sebagian besar akan digunakan untuk penugasan proyek strategis dengan porsi 80,7 persen yang dilakukan Hutama Karya, PLN, KAI hingga Damri.

"Tentu kita tekankan sekali lagi, PMN ini mayoritas penugasan, yang sudah dilakukan sebelum kami semua ada di sini. Kami harus menyelesaikan sesuai dengan amanah penugasan ini," ujar Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (14/7/2021).

Sementara itu, 6,9 persen porsi PMN akan digunakan untuk merestrukturisasi sejumlah BUMN di antaranya BPUI (Jiwasraya) dan Waskita. Lalu, sisanya, 12,42 persen digunakan untuk pengembangan bisnis (BNI dan BTN).

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP