Erick Thohir: Jangan Menomorduakan Turis Lokal
Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta penyelenggara usaha untuk memberikan pelayanan yang sama terhadap wisatawan domestik layaknya turis mancanegara. Sebab, turis lokal menjadi penopang utama pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia.
"Sudah seharusnya, kita tidak (boleh) menomorduakan turis kita sendiri atau turis lokal. Turis lokal kita selalu dilayani menjadi turis kelas dua," kata Erick dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis (15/12).
Padahal, pergerakan wisata di Indonesia di dominasi oleh turis lokal mencapai 70 persen. Sementara kontribusi turis asing sekitar 30 persen. "70 persen itu merupakan turis lokal, kita tidak boleh menomorduakan turis kita sendiri. Kita (juga) tetap perlu menjaga turis luar negeri," ucapnya.
Khusus dengan pengembangan pariwisata di Samosir, berbagai strategi untuk mengembangkan sektor pariwisata di Kawasan Danau Toba. Pengembangan pariwisata tersebut merupakan langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kawasan Samosir dan sekitarnya, sehingga muncul sumber-sumber lapangan kerja baru.
Strategi pertama, membangun Museum Bangsa Batak di Samosir. Pulau Samosir merupakan pusat kultural awal Suku Batak. Sehingga, cocok menjadi pusat pengembangan wisata yang nantinya diharapkan dapat mendorong perekonomian di Kawasan Danau Toba.
Kedua, memetakan aset-aset BUMN yang sudah ada di Danau Toba. Salah satunya adalah Hotel INNA Parapat Danau Toba. Keberadaan hotel tersebut diupayakan menjadi satu kesatuan dengan pariwisata nasional.
Ketiga, memperkuat ASDP yang melayani ferry penyeberangan di Danau Toba. BUMN ini akan menerima penyerahan aset kepelabuhanan dari Kementerian Perhubungan RI sehingga seluruhnya dapat disinergikan.
Keempat, mempersiapkan perhelatan olahraga unik yang dapat menarik wisatawan dalam jumlah besar. Salah satunya adalah menyelenggarakan kompetisi sejenis Formula One khusus untuk kapal di Danau Toba
"Ini tidak tanggung-tanggung, kami mengikat kontraknya tidak setahun, tetapi lebih dari 3 tahun. Ini bagian dari konsistensi dalam membangun pariwisata," tutur Erick.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya