Elpiji 3 Kg langka di Pangkal Pinang, warga kembali pakai kayu bakar
Merdeka.com - Warga di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 Kilogram (kg) karena persediaan terbatas di tingkat pedagang pengecer di daerah itu.
"Saya sudah keliling mencari gas 3 Kilogram, persediaan kosong dan itu terjadi dua hari sebelum Hari Raya Idul Adha," kata Suratman, warga Koba seperti ditulis Antara, Senin (4/9).
Suratman mengaku, untuk mendapatkan gas harus memesan dari temannya di Kota Pangkalpinang karena rata-rata persediaan pada sejumlah warung di daerah itu kosong.
"Gas 3 kilogram menghilang di pasaran, sementara persediaan gas 12 Kilogram relatif aman karena masih banyak ditemukan di tingkat pengecer dan agen," ujarnya.
Sulitnya mendapatkan gas 3 Kilogram membuat warga kelimpungan mengingat kebutuhan meningkat selama Hari Raya Idul Adha untuk keperluan memasak.
"Saya terpaksa berhemat, untuk memasak terpaksa dibantu dengan kayu api karena khawatir stok di rumah cepat habis sementara persediaan di tingkat pedagang terbatas," ujarnya.
Keluhan yang sama juga disampaikan, Rosma, warga Kurau mengaku kesulitan mendapatkan gas tabung 3 kilogram sehingga dirinya terpaksa menggunakan kayu. "Gas itu kebutuhan pokok bagi saya yang berjualan makanan, kalau persediaan kosong tentu saya terkendala memasak makanan untuk dijual kepada konsumen di daerah ini," ujarnya.
Kesulitan gas tabung 3 kilogram juga dialami, Lasmi warga Kota Pangkalpinang dan itu terjadi tiga hari menjelang Hari Raya Idul Adha sampai Senin (4/9) sore.
"Saya tidak tahu kenapa bisa persediaan gas kosong, apakah karena pasokan tersendat atau terjadi praktik penimbunan sehingga imbasnya kepada kami pengguna gas rumah tangga," ujarnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya