Ekspor udang Indonesia tertinggi ke Amerika Serikat
Merdeka.com - Kementerian Perikanan (KKP) mencatat hasil ekspor perikanan Indonesia periode Januari 2012 hingga saat ini mengalami peningkatan dimana volume ekspor sebesar 7,34 persen, dengan nilai ekspor 4,28 persen.
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Nilanto Perbowo mengatakan nilai ekspor tersebut setiap tahunnya mengalami peningkatan sehingga membuat tren impor turun hingga 14,83 persen.
"Tren ekspor kita tiap tahunnya meningkat, dan untuk nilai ekspor sendiri hingga bulan Juni tahun 2016 sebesar USD 1,9 juta dan impor menurun drastis setiap tahun," ujar Nilanto dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (2/9).
Menurutnya, ada sejumlah negara tujuan yang mengalami kenaikan ekspor setiap tahunnya, antara lain Amerika naik 11,1 negara ASEAN 0,4 persen, dan Uni Eropa 4,2 persen.
"Kenaikan tertinggi di Amerika didominasi oleh komoditas udang, dan ke depan diharapkan seperti Eropa bisa terus kita kejar kenaikan ekspornya," ungkapnya.
Nilanto mengklaim capaian tersebut tidak lepas dari upaya pemerintah dalam menggenjot produksi dan peningkatan daya saing produksi perikanan nasional.
"Untuk bersaing di tingkat nasional, tentu saja produktifitas dan kualitas harus kita jaga. makanya kita selalu konsen ke arah sana," jelasnya.
Nilanto juga mengatakan peningkatan ekspor tersebut juga campur tangan peran pengusaha, industri perikanan, para stakeholder untuk bisa dapat terjun langsung melihat peluang investasi yang ada.
"Kami sudah sangat terbuka dan sebisa mungkin membangun fasilitas-fasilitas yang ada. Harapanya dapat menggugah para pengusaha agar bisa ber investasi di sektor ini," ucapnya.
Apalagi sesuai dengan tujuan Inpres Nomor 7 Tahun 2016, dimana hasil perikanan baik darat dan laut Indonesia harus mampu memberikan kesejahteraan, penyerapan tenaga kerja, dan penambahan devisa negara.
"Dalam setiap kesempatan baik forum besar maupun kecil saya terus mengajak para pengusaha agar bisa menjalankan sama-sama mandat dari inpres No 7 tahun 2016," kata Nilanto.
Adapun langkah strategis dari Inpres No 7 tahun 2016 adalah peningkatan produksi, perbaikan distribusi dan logistik dan penguatan daya saing, percepatan penataan pengelolaan ruang laut dan pemetaan WPPNRI sesuai dengan daya dukung dan sumber daya ikan dan pengawasan sumber daya perikanan, penyediaan sarana dan prasarana dasar dan pendukung, percepatan peningkatan jumlah dan kompetensi SDM dan inovasi IPTEK ramah lingkungan, percepatan pelayanan perizinan, penyusunan rencana aksi percepatan pembangunan industri perikanan nasional.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya