Ekspor turun, pemerintah minta China buka akses pasar produk RI
Merdeka.com - Pemerintah meminta Pemerintah China untuk membuka akses pasar seluas-luasnya untuk produk-produk asal Indonesia. Hal ini menyiasati neraca perdagangan Indonesia terhadap China yang mengalami defisit sejak beberapa tahun terakhir.
Data neraca perdagangan dari situs resmi Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat, nilai ekspor Indonesia ke China sebesar USD 2,84 miliar dalam kurun waktu Januari-Maret 2016 atau turun dibanding realisasi periode yang sama tahun sebelumnya USD 3,13 miliar. Sementara di bulan Maret ini, realisasi ekspor Indonesia ke China sebesar USD 1 miliar.
Dari sisi impor China ke Indonesia pada triwulan I-2016 mencapai USD 7,12 miliar atau turun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar USD 7,45 miliar. Sementara untuk Maret saja, angka impor non migas dari China sebesar USD 2,25 miliar.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, salah satu agenda Pertemuan Tingkat Tinggi The 2nd Meeting of High Level Economic Dialogue RI-China membahas soal defisit perdagangan Indonesia dengan China yang semakin melebar.
"Persoalan perdagangan yang kita sampaikan ke China, kok defisit perdagangan Indonesia terhadap China makin banyak ya," ujar Darmin di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (9/5).
Untuk itu, Darmin mengatakan, pemerintah Indonesia akan membuka pusat-pusat promosi khusus produk-produk Indonesia di China. Di sisi lain, Darmin juga meminta pemerintah China agar melonggarkan kebijakan perdagangan agar produk-produk Indonesia bisa lebih leluasa masuk ke China.
"Langkah kita tentu mengidentifikasi dan berharap akses pasar di China lebih terbuka. Kalaupun ada hambatan tarif supaya dihilangkan. Kemendag juga akan membangun pusat promosi di sana," pungkas Darmin.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya