Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ekonomi Rusia ambruk, nilai tukar mata uangnya terus anjlok

Ekonomi Rusia ambruk, nilai tukar mata uangnya terus anjlok Presiden Rusia Vladimir Putin. ©istimewa

Merdeka.com - Nilai tukar Rubel Rusia terhadap USD masih saja anjlok dan mencapai titik terendah dalam enam bulan terakhir. Kejadian ini sebagai dampak rendahnya harga minyak dunia dan sanksi internasional pada Rusia.

Dilansir dari CNN Money, nilai tukar Rubel melorot 1,3 persen ke 65,7 per USD pada Senin, kemarin.

Bank sentral Rusia melakukan banyak cara, salah satunya dengan berhenti membeli cadangan devisa dalam bentuk mata uang asing pada Juli lalu. Mereka berharap Rubel tidak jatuh lebih dalam lagi. Tapi ini tidak membantu, Rubel telah anjlok 44,8 persen pada tahun lalu, dan 12 persen pada bulan lalu.

Rubel terpukul keras karena jatuhnya harga minyak dunia. pasalnya, sekitar setengah dari pendapatan pemerintah Rusia berasal dari industri minyak. Anggaran negara didasarkan pada asumsi harga minyak sebesar USD 50 per barel. Tapi kini, harga minyak dunia masih rendah di bawah USD 42 per barel.

Selain itu, Rusia juga harus merasakan pedihnya sanksi barat yang dikenakan ke Moskow atas perannya dalam krisis di Ukraina. Dua kejadian ini mendorong Rusia ke dalam resesi ekonomi mendalam pertama sejak 2009. Pertumbuhan ekonomi Rusia anjlok 4,9 persen pada kuartal II-2015, penurunan terbesar sejak krisis keuangan global pada 2009 silam.

International Moneter Fund (IMF) memperkirakan PDB Rusia menyusut sebesar 3,4 persen dan lebih pada 1 persen di 2016 mendatang.

Pembalasan Rusia dengan embargo makanan barat memberi dampak buruk pada negaranya sendiri. Inflasi naik tinggi hingga mencapai 16 persen pada Juli. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP