Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ekonomi RI tahun ini masih akan dapat tekanan global

Ekonomi RI tahun ini masih akan dapat tekanan global pertumbuhan ekonomi. merdeka.com /Arie Basuki

Merdeka.com - Tahun 2016 dinilai jadi tahun pemulihan ekonomi bagi Indonesia. Namun, saat ini pertumbuhan negara masih belum memperlihatkan perbaikan.

Salah satu penyebabnya adalah harga komoditas dan anjloknya penerimaan pajak. Meski demikian, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal memperkirakan akan ada potensi tambahan dari UU Tax Amnesty yang baru disetujui.

Sementara itu, CORE Indonesia memperkirakan perbaikan pertumbuhan ekonomi global hingga akhir 2016 hanya akan naik 0,1 persen dari 3,1 persen tahun lalu.

"Tekanan masih akan terus terjadi, pertumbuhan global ini tidak lain karena adanya perbaikan ekonomi Amerika Serikat dan negara berkembang seperti India dan ASEAN," ujar Faisal saat menggelar Core mid-year review 2016 di kantornya, Jakarta, Rabu (20/07).

Menurut dia, tekanan ini dipengaruhi pula oleh harga komoditas yang masih rendah. Kemudian, ketidakpastiaan proses rebalancing di Tiongkok.

"Rebalancing ini berdampak pada ketidakseimbangan domestik maupun eksternel sehingga kepercayaan terhadap pembuat kebijakan akan berkurang," kata Faisal.

Selain itu, di negara-negara maju masih akan terus terjadi penurunan evaluasi saham dan peningkatan kredit spread perbankan.

"Terutama fenomena Brexit secara tidak langsung sangat berpotensi menahan laju pertjmbuhan ekonomi global," pungkasnya.

Laporan: Linda Juliawanti (mdk/sau)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP