Ekonomi negaranya hancur, Raja Arab malah 'foya-foya' di Amerika
Merdeka.com - Ekonomi Arab Saudi dilanda masalah besar. Ini dipicu karena anjloknya harga minyak dunia yang berdampak pada menurunnya pendapatan negara.
Di waktu bersamaan, pengeluaran militer malah mengalami peningkatan. Kondisi ini telah memaksa pemerintah untuk menambah utang melalui pinjaman asing. Untuk menutupi defisit anggaran, Arab Saudi telah meminjam uang atau menambah utang sebesar USD 4 miliar melalui penerbitan obligasi pada tahun lalu.
Obligasi yang diterbitkan pemerintah Arab ini adalah yang pertama dalam 8 tahun terakhir, dan merupakan upaya untuk mempertahankan belanja publik karena harga minyak merosot dan pendapatan negara menurun.
Gubernur Badan Moneter Arab Saudi, Fahad al-Mubarak mengatakan, pemerintah akan menggunakan kombinasi obligasi dan cadangan devisa untuk mempertahankan pengeluaran dan menutupi defisit anggaran yang akan lebih besar dari yang diharapkan.
"Kami berharap ada peningkatan pinjaman untuk saat ini," katanya seperti dilansir dari CNBC di Jakarta.
Analis memperkirakan, defisit anggaran di Arab Saudi akan menyentuh angka USD 130 miliar sepanjang tahun ini. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya