Ekonomi melemah, satu juta buruh berpotensi di-PHK
Merdeka.com - Perlambatan pertumbuhan ekonomi dalam negeri secara langsung berdampak pada pengusaha. Mereka kesulitan dan tidak bisa menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) jika perlambatan ini tidak segera diatasi.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Aditiya Warman mengakui, perlambatan ekonomi dalam negeri sebagai dampak gejolak ekonomi global. Namun, jika tidak segera ditindak, satu juta buruh berpotensi di PHK hingga akhir tahun ini.
"Diprediksi mendekati hingga satu juta pekerja buruh kehilangan pekerjaan," ujarnya di Kantornya, Jakarta, Kamis (1/10).
Dia menyarankan agar pemerintah melibatkan pengusaha dalam menentukan kebijakan selanjutnya. Tanpa adanya itu, maka mustahil Indonesia dapat keluar dari pelemahan ekonomi ini dalam waktu singkat.
"Tanpa ada sinergi rasanya sedang bertarung dalam satu ring dan pemerintah gak bisa berbuat apa-apa," terangnya.
Dia juga menyarankan agar pengusaha ataupun investor tidak berharap banyak kepada pemerintah. Masing-masing harus bisa menyelamatkan diri sendiri. Sebab saat ini harga bahan baku tengah naik yang berdampak kepada melonjaknya harga jual bahan.
"Hati-hati kemampuan produktivitas masing-masing pengusaha. Kenapa? Karena daya beli masyarakat menurun. Sebab harga naik, kenapa? Karena impor naik," tutup Aditiya. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya