Ekonomi melambat, ruang perkantoran sepi peminat
Merdeka.com - Konsultan properti, Jones Lang Lasalle (JLL) mencatat penyerapan industri properti selama 2015 lebih rendah dari tahun sebelumnya, yakni hanya berjumlah 10.000 unit. Hal ini disebabkan karena adanya perlambatan ekonomi global yang terjadi sepanjang 2015.
Kepala Konsultasi Strategis JLL, Vivin Harsanto mengatakan, adanya perlambatan ekonomi global menyebabkan penurunan pasar perkantoran. Akibatnya, banyak para penyewa perkantoran yang mengecil bahkan menutup bisnisnya.
"Penyebabnya ada dari depresiasi rupiah, perlambatan ekonomi global, penurunan harga minyak dunia, dan mining industry yang selama tahun lalu menurun performancenya," kata Vivin di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (20/1).
Selain itu, sektor residensial atau kondominium sempat mengalami penurunan dari kuartal III-2015. Sementara di kuartal IV-2015, ada peningkatan meskipun penyerapan hanya terjadi di kelas menengah. Sedangkan sektor ritel masih stabil ditandai dengan pemilikan (occupancy) sebesar 92 persen.
"Kalau kita lihat per sektor memang ada penurunan. Tapi di kuartal IV-2015 masih ada yang meningkat seperti perkantoran sudah ada penyerapan, kondominium ada peningkatan juga meski rendah dibanding kuartal sebelumnya," kata dia.
Vivin mencatat, peningkatan penyerapan di kuartal IV-2015 ditandai dengan adanya komitmen dari para penyewa sebanyak 50.000 unit.
"Di data kita ada dua hal, yaitu fiskal occupancy dan kontraktual. Kontraktual itu sudah sign tapi belum selesai fit out. Maka jika itu dijadikan dasar maka penyerapannya sekitar 60.000 unit. Jadi menandakan sudah ada positif sign," pungkas Vivin. (mdk/sau)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya