Ekonomi masih melemah, pengusaha hotel PHK karyawan
Merdeka.com - Melemahnya pertumbuhan ekonomi nasional mulai berdampak pada sektor perhotelan. Tingkat hunian kamar hotel di Sumatera Barat bahkan berkurang mencapai 20 persen.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Sumbar Maulana Yusran mengatakan, berkurangnya pendapat hotel memaksa pengusaha mengurangi pegawainya. Bahkan katanya sudah banyak karyawan dipecat.
"Pada semester pertama tahun 2015, terjadi pengurangan karyawan yang cukup tinggi dan hal ini dikarenakan tekanan ekonomi global," katanya di Padang, Selasa.
Dia mengatakan pengurangan karyawan hotel juga disebabkan adanya kebijakan larangan rapat di hotel bagi pemerintah daerah.
"Walaupun tingkat hunian hotel sudah mulai menunjukkan perbaikan dari beberapa bulan sebelumnya, namun hal ini belum sebanding dengan pemangkasan karyawan di awal tahun," kata dia.
Maulana menyarankan agar pemerintah daerah segera meningkatkan komunikasi dengan asosiasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
"Sebenarnya sektor pariwisata di Sumbar dapat dikembangkan lebih luas untuk meningkatkan kunjungan wisatawan serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah sehingga tingkat hunian hotel dapat meningkat dan tidak perlu lagi dilakukan pengurangan karyawan," ujarnya.
Selain itu dampak dari pengurangan karyawan ini tidak hanya dirasakan pihak hotel, namun juga ekonomi masyarakat lokal.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya