Ekonomi Jepang terancam hancur karena warganya tak suka seks
Merdeka.com - Bom waktu ekonomi melanda Jepang karena rendahnya angka kelahiran. Generasi muda semakin sedikit, sementara generasi tua terus meninggal. Krisis kesuburan melanda Negara Sakura.
Menjelang akhir tahun ini, seorang pejabat di Jepang memprediksi tingkat kelahiran selama satu tahun hanya 981.000 bayi. Angka ini menurun 25.000 dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan angka kematian per tahun mencapai sekitar 1,3 juta orang.
Tanpa intervensi, ekonomi Jepang akan terus menyusut. "Kami akan terus berupaya dan mendorong agar masyarakat membesarkan anak," ucap Menteri Kesejahteraan Jepang, Yasuha Shiozaki seperti ditulis Japan Times dan dikutip dari Business Insider.
Menurut lembaga populasi Jepang, jumlah penduduk negara ini hanya 107 juta orang pada 2040 atau turun 20 juta dibanding hari ini.
Pada waktu bersamaan, populasi Jepang terus menyusut dan menua. Hal ini menjadi bom waktu demografi yang bisa membuat kemerosotan ekonomi Jepang seperti yang terjadi di Yunani saat ini. Di Yunani sendiri banyak lansia dan pensiunan, sehingga anggaran negara habis hanya untuk dana pensiun. Hal ini juga yang memicu bangkrutnya Yunani saat ini.
Tingkat kesuburan di Jepang merupakan salah satu terendah di dunia yaitu hanya 1,4 kelahiran per perempuan. Sosiolog mengatakan, populasi akan tetap stabil ketika suatu negara memiliki setidaknya 2,1 kelahiran per perempuan.
Tak hanya Jepang, negara lain juga menghadapi masalah serupa, termasuk Amerika Serikat dengan tingkat kesuburan 1,87, Denmark dengan 1,73, China dengan tingkat kesuburan 1,6 dan Singapura 0,81. Namun, kasus Jepang disebut paling parah.
Sebuah study 2016 yang dilakukan oleh perusahaan riset Jepang menemukan bahwa, hampir 70 persen laki-laki Jepang belum menikah dan 60 persen wanita Jepang belum menikah dan tidak dalam hubungan. Fakta ini mengagetkan walaupun sebagian mereka mengatakan akan menikah pada akhirnya.
Pemerintah Jepang telah bekerja keras meningkatkan kesuburan dengan target 1,8 kelahiran per perempuan pada 2025 mendatang. Salah satu caranya adalah dengan menyelenggarakan acara kencan kilat untuk membantu orang bertemu.
Masyarakat Jepang tidak suka melakukan hubungan sex. Silakan klik selanjutnya. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya