Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ekonomi China memburuk, miliuner ini sebut krisis 2008 bisa terulang

Ekonomi China memburuk, miliuner ini sebut krisis 2008 bisa terulang George Soros. Reuters.dok ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Miliuner keuangan, George Soros mengingatkan kemungkinan terjadinya krisis keuangan dunia seperti 2008 silam. Hal ini menyusul anjloknya pasar saham China hingga transaksi perdagangan dihentikan sebanyak dua kali pada pekan lalu.

Dalam acara forum ekonomi di Ibukota Sri Lanka, Kolombo, Soros mengatakan bahwa China saat ini tengah berjuang untuk menemukan model pertumbuhan ekonomi baru. Langkah China dalam mendevaluasi mata uangnya menimbulkan masalah baru ke seluruh penjuru dunia.

Tak hanya itu, kebijakan kenaikan suku bunga AS juga menyebabkan guncangan-guncangan di negara berkembang. Kondisi perekonomian saat ini mengingatkan Soros akan krisis di 2008 lalu.

"China memiliki peran besar dalam masalah itu. Saya mengatakan ini akan menjadi sebuah krisis," kata Soros seperti ditulis CNBC, Senin (11/1).

Informasi saja, CSI 300 China telan anjlok lebih 7 persen pada pembukaan transaksi Kamis (7/1), dan ini memicu penghentian perdagangan. Kejadian di China kemudian memberi sentimen negatif ke pasar saham Asia, Eropa, hingga Amerika.

Kondisi China di mata analis saat ini sangat memprihatinkan. China merupakan negara dengan perekonomian terbesar dunia selama 30 tahun dan kini terguncang. Anjloknya pasar saham menjadi salah satu masalah yang tengah dihadapi oleh pemerintah China.

Data ekonomi China beberapa waktu terakhir masih mengecewakan. Kondisi ini terjadi seiring perubahan fokus ekonomi China dari basis manufaktur menjadi basis konsumsi. Analis juga mengkhawatirkan langkah atau kebijakan otoritas bursa China yang tidak tanggap terhadap pergerakan pasar, meskipun circuit breakers diberlakukan. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP