Ekonomi China melambat, korporasi ogah serap pekerja
Merdeka.com - Korporasi China mulai menahan diri menyerap tenaga kerja. Ini menyusul perlambatan yang dialami China, negara ekonomi terbesar kedua di dunia.
Tumpukan utang telah memaksa korporasi Chinamoratorium penerimaan karyawan. Sebelumnya, mereka telah pulamengetatkan ikat pinggang dengan memakas pengeluaran dan mengontrol utang.
Itu didasarkan pada hasil studi China Beige Book. Seperti diberitkan CNN Money, kemarin, firma tersebut telah melakukan survei terhadap 2.200 perusahaan seantero China.
"Pebisnis China menjadi alergi untuk merekrut karyawan," kata studi tersebut.
Studi itu mengungkapkan, sebanyak 15 persen perusahaan yang disurvei telah memangkas jumlah karyawan pada kuartal pertama. Hanya 23 persen perusahaan dilaporkan menambah jumlah tenaga kerja, turun 9 poin persentase ketimbang periode sama tahun lalu.
Kondisi ini dinilai berpotensi memaksa pemerintah China mengambil tindakan.
"Alasan prinsip China telah menentang ekspektasi pasar untuk lebih agresif meluncurkan stimulus adalah stabilitas di pasar tenaga kerja. Meskipun ekonomi China secara keseluruhan mengalami perlambatan."
Diperkirakan penyerapan tenaga kerja di kuartal kedua tahun ini masih akan suram. Berdasarkan hasil survei, sebanyak 14 persen korporasi berpeluang melakukan PHK massal.
Di sisi lain, hanya 28 persen perusahaan berencana menambah jumlah karyawan. Itu turun 10 poin persentase ketimbang periode sama tahun lalu.
Bulan lalu, China berencana memangkas 1,8 juta pekerja di industri batu bara dan baja. Upaya ini berpotensi memukul sejumlah perusahaan pelat merah yang dikenal tak efisien. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya