Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ekonom Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 3,5 Persen Sepanjang Tahun 2021

Ekonom Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 3,5 Persen Sepanjang Tahun 2021 pertumbuhan ekonomi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Ekonom Bank Permata, Josua Pardede memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 bisa mencapai 3,5 persen. Angka ini lebih tinggi dibanding proyeksi International Monetary Fund (IMF) yang hanya 3,2 persen.

"Secara umum, revisi ke bawah pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 3,9 persen ke level 3,2 persen, mempertimbangkan penyebaran varian delta pada kuartal III , sehingga membatasi pemulihan ekonomi," kata Josua Pardede kepada Liputan6.com, Kamis (14/10).

Dia melihat, dampak dari pembatasan mobilitas cukup mempengaruhi kinerja ekonomi pada kuartal III-2021, terutama pada bulan Juli hingga pertengahan Agustus atau pada saat terjadi pembatasan mobilitas ketat (PPKM Darurat).

Menurutnya, berbagai indikator sektoral pada saat pembatasan tersebut mengalami kontraksi seperti PMI IHS Market, penjualan semen, penjualan kendaraan, penjualan listrik, dan berbagai indikator lain.

Namun, pada pertengahan Agustus hingga akhir September, perekonomian telah kembali rebound dengan membaiknya berbagai indikator tersebut.

"Menurut perhitungan kami, ekonomi kuartal III-2021 masih dapat tumbuh mengingat dari pertengahan Agustus hingga akhir September, perekonomian telah kembali ke jalur pemulihan," ujarnya.

Selain itu, perhitungan PDB kuartal III-2021 juga masih diuntungkan efek low-base akibat ekonomi kuartal III-2020 yang saat itu masih terganggu efek awal pandemi Covid-19.

"Pada kuartal IV kami perkirakan ekonomi akan kembali tumbuh sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi. Pada awal Oktober ini data awal yang menunjukkan tanda awal pemulihan adalah pulihnya mobilitas dari data Google Mobility index untuk beberapa segmen yang sudah kembali mendekati level pra-pandemi," katanya.

Dengan demikian, jika tidak ada lagi pembatasan ketat dan jumlah kasus baru Covid-19 tetap berada di level rendah seiring dengan peningkatan laju vaksinasi, dia optimis pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV akan lebih baik dibandingkan kuartal III.

Momen Natal

Di samping itu, menurutnya terlebih lagi akan ada momen Natal dan Tahun Baru yang biasanya meningkatkan laju konsumsi masyarakat. Kendati demikian, untuk industri pengolahan pada kuartal III, dia memang melihat akan ada tekanan karena dampak dari pembatasan mobilitas ketat yang dilakukan.

"Namun, kondisi ini kami nilai masih lebih baik dibandingkan dengan kondisi kuartal III-2029 sehingga pada Kuartal IV-2021 secara yoy masih berpotensi tumbuh. Dan secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi 2021 diperkirakan akan berada dalam kisaran 3-3,5 persen," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP