Ekonom: Penurunan harga BBM kurang signifkan
Merdeka.com - Ekonom Didik J. Rachbini menilai penurunan harga bensin sebesar Rp 500 per liter masih kecil. Mengingath, harga minyak dunia telah terjun bebas dari USD 100 per barel menjadi USD 30 per barel.
"BBM itu turunnya kurang, harus signifikan seperti turunnya harga minyak," kata Didik di Jakarta, Sabtu (2/4).
Kendati demikian, penurunan harga bensin sebesar apapun tetap diperlukan. Ini untuk mendorong daya saing industri kecil dan menengah
"Dengan meningkatnya IKM diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan target 50 persen dalam waktu 2 tahun-3 tahun mendatang."
Didik mendorong pemerintah untuk tak segan memangkas kembali harga bensin.
"Jadi ini adalah suatu momentum yang harus diambil Menperin dan Menteri ESDM untuk bisa kembali menurunkan tarif BBM," katanya.
"Kalau Kemenkeu, BBM murah buat dia menangis, karena kehilangan income."
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya