Ekonom Dukung Pemerintah Terbitkan Recovery Bond Guna Tangani Virus Corona
Merdeka.com - Ekonom sekaligus Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, mendukung wacana pemerintah menerbitkan recovery bond untuk menambah dana penanganan virus corona atau covid-19.
"Ini kita sedang tidak berdagang, kita tidak ngomongin untung dan rugi, ini yang kita lihat untungnya saja, yaitu manfaatnya karena sekarang ini kita coba lihat dulu peruntukkannya kan,” kata Piter kepada Liputan6.com, Rabu (1/4).
piter menyebut, ada tiga keuntungan atau manfaat yang diperoleh dari penerbitan recovery bond dari pemerintah. Pertama untuk menanggulangi wabah corona, dan dia yakin seluruh masyarakat Indonesia akan setuju.
"Saya kira semua orang di Indonesia setuju. Kalau pemerintah mengeluarkan pengeluaran lebih besar untuk menanggulangi wabah corona, kan baik tujuannya,” ujarnya.
Keuntungan kedua yaitu dana tersebut bisa digunakan untuk membantu masyarakat terdampak.
Selanjutnya atau yang ketiga yaitu dana tersebut bisa digunakan untuk memberi bantuan kepada perusahaan-perusahaan agar bisa bertahan di tengah pandemi virus corona. Sehingga perusahaan-perusahaan ini diharapkan bisa membantu membangkitkan atau recovery ekonomi.
"Ya itu baik juga kalau perusahaan-perusahaan collapse (runtuh atau bangkrut), yang akan rusak sendiri perekonomian secara nasional, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akan meningkat, dan sebagainya, kita tidak melihat untung rugi tapi peruntukkannya untuk sesuatu yang baik," tegasnya.
Butuh Tambahan Anggaran
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comOleh karena itu, dia menegaskan kembali tidak ada hitungan untung rugi dalam penerbitan recovery bond ini, karena tujuannya untuk yang masyarakat butuhkan.
Sementara itu, jika recovery bond tidak diterbitkan, Piter menilai maka masyarakat Indonesia akan terus berteriak memohon bantuan kepada pemerintah untuk bertahan hidup di tengah pandemi virus corona ini.
"Kalau kita tidak terbitkan recovery bond, terus nanti masyarakatnya teriak-teriak lagi, sekarangkan masyarakat lagi teriak-teriak, bahwasanya meminta pemerintah bantu dong bantu. Kan gak cukup Rp405,1 triliun ini."
Dia mengatakan bahwa Rp405,1 triliun itu diambil dari anggaran yang sudah ada, sebagian lagi harus dianggarkan baru, ada tambahan, lalu yang tambahan ini perlu pembiayaan baru.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya