Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Earth Hour 2014, beban listrik Jawa-Madura-Bali turun 509 MW

Earth Hour 2014, beban listrik Jawa-Madura-Bali turun 509 MW Earth Hour di Jakarta. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Kampanye gerakan penghematan energi bertajuk Earth Hour yang dilakukan selama satu jam selalu diklaim cukup sukses menurunkan beban konsumsi listrik. Pada Earth Hour 2012, beban listrik secara nasional turun sekitar 575 Mega Watt (MW) dalam kurun waktu 1 jam. Saat itu, PLN mengklaim terjadi penghematan hampir Rp 900 juta.

Penurunan beban tersebut tersebar di Jawa Madura Bali (Jamali) turun 350 MW, Sumatera (termasuk Batam dan Bangka Belitung) turun 141 MW dan Indonesia Timur yang terdiri dari Kalimantan, Sulawesi, Papua, Maluku dan Nusa Tenggara turun sekitar 84 MW.

Pelaksanaan Earth Hour 2014 yang dilakukan pada Sabtu (29/3) terhitung mulai pukul 20.30-21.30 waktu setempat, berhasil menurunkan beban listrik di Jawa Madura dan Bali hingga 509 Mega Watt (MW) atau 2,56 persen dibanding beban pada waktu yang pekan sebelumnya.

Penurunan beban (konsumsi) listrik terlihat sekitar jam 21.00 WIB. "Ya lumayan turun sedikit (beban listrik)," ujar Manajer Senior Komunikasi Korporat Bambang Dwiyanto kepada merdeka.com, Minggu (30/3).

Data PLN menyebutkan, pada Sabtu (22/3) atau sepekan sebelum pelaksanaan Earth Hour, pada sekitar pukul 21.00 WIB beban listrik di Jawa-Madura-Bali mencapai 19.869 MW. Namun pada pelaksanaan Earth Hour, beban turun menjadi 19.360 MW. "Penurunan terbesar terjadi di Jakarta dan Banten sebesar 386 MW," katanya.

Bambang menegaskan, penurunan beban listrik yang terjadi pada pelaksanaan Earth Hour, pada dasarnya cukup sukses dari tahun ke tahun. Indikatornya, besaran penurunan beban listrik selalu konstan. "Penurunan beban listrik relatif sama dibanding tahun lalu," jelasnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP