Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dwi Soetjipto: Holding Pertamina-PGN bagus untuk saham

Dwi Soetjipto: Holding Pertamina-PGN bagus untuk saham Dirut Pertamina Dwi Soetjipto. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno tengah menyiapkan pembentukan holding BUMN energi yang ditarget terealisasi pada tahun ini. Dia memastikan penggabungan perusahaan tersebut bakal menggabungkan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) akan jadi anak usaha Pertamina.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Dwi Soetjipto menilai kebijakan ini akan membuat aset perseroan meningkat.

"Kalau ini (Pertamina-PGN) digabungkan, asetnya akan naik. Kita melihat dengan aset naik, bagus juga untuk saham," ujar Dwi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI), Jakarta, Selasa (19/4).

Peleburan dua perusahaan negara ini diyakini akan mengoptimalkan kinerjanya, sehingga memberikan efek ganda pada perekonomian Tanah Air.

"Dengan sinergi, performancenya akan lebih baik. Lalu kita berinvestasi lebih banyak dan itu nantinya akan berpengaruh ke growth dan pertumbuhan ekonomi. Dengan sinergi, kinerja dan kesejahteraan akan bisa lebih baik," kata Dwi.

Selain itu, kata Dwi, pihaknya belum mengetahui perihal rencana pembelian kembali 49 persen saham PGN yang dimiliki oleh swasta. "Kita belum tau ya, nanti kan tergantung keputusan pemerintah seperti apa," pungkasnya.

Sebelumnya, Rini Soemarno menegaskan BUMN masih mencari nama yang tepat untuk holding Pertamina-PGN. Apalagi, PGN jadi bagian dalam holding yang bakal mengelola sumber energi di Indonesia.

"Ini kita belum bicara nih, nama Pertaminanya diganti atau tidak. Karena yang holdingnya kan Pertamina. Apa nama Pertaminanya diganti atau jadi Pertamina Holding. Kita belum tahu. Yang akan masuk disitu adalah Pertamina memiliki PGN," jelas Rini.

Dalam penggabungan tersebut, BUMN bakal melakukan skema penggabungan harta yang bukan berupa uang tunai melainkan dalam bentuk aktiva dari para pemegang saham dalam penyertaan modal perseroan atau disebut inbreng.

"Jadi kita inbreng namanya. Nanti kita juga harus melaporkan ini tentunya ke DPR. Tapi prosesnya sedang berjalan semua. Kemarin bicara ke Kemenkeu yang akan selesai Pertamina dan ada beberapa yang selesai lagi. Insya Allah kalau bisa kita sebelum hari raya. Tahun ini rencananya," pungkas dia.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP