Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dulu butuh 2 minggu, kini buka rekening pasar modal cukup satu jam

Dulu butuh 2 minggu, kini buka rekening pasar modal cukup satu jam Penutupan Bursa. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - 100 Pelaku industri pasar modal Indonesia hari ini melakukan penandatangan perjanjian kerja sama dengan Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri. Kerja sama ini terkait pemanfaatan nomor induk kependudukan, data kependudukan dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) dalam layanan jasa pasar modal.

Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadad, Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal OJK Nurhaida, Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Frederica Widyasari Dewi, dan direksi serta komisaris KSEI, KPEI dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Nurhaida mengatakan melalui kerja sama ini memudahkan sosialisasi dan edukasi masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal. Kendala yang selama ini dihadapi ialah lamanya proses pembukaan rekening investasi. Ini menjadi kendala tambahan khususnya masyarakat yang berada di wilayah luar Jawa.

"Adanya kerja sama ini calon investor di berbagai daerah bisa mendaftarkan diri dan mendapatkan Single Investor Identification (SID). Sehingga Investor di remote area (daerah terpencil) dengan mudah dibuatkan SID maka memudahkan menjadi investor di pasar modal. Ini bisa 15 menit," kata Nurhaida di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (22/11).

Direktur Utama KSEI, Frederica Widyasari Dewi mengatakan, dengan kerja sama ini pelaku industri pasar modal yang sebelumnya memproses pembukaan rekening efek bisa mencapai 2 minggu sekarang menjadi kurang dari satu jam.

"Pemanfaatan basis data e-KTP dapat meningkatkan kualitas data nasabah untuk proses KYC (know your customer) yang lebih baik, karena pengecekan data nasabah langsung ke database KTP elektronik, jadi bisa diketahui kebenaran identitasnya," tuturnya.

Menteri Tjahjo, dalam sambutannya, meyakini kerja sama dengan pelaku di industri pasar modal ini dapat memberikan manfaat untuk perkembangan pasar modal. Apalagi sejalan dengan pemanfaatan data kependudukan KTP elektronik secara luas.

"Diharapkan ke depan bertambah lagi lembaga dan institusi yang menjalani kerjasama dengan Ditjen Dukcapil," ujar Menteri Tjahjo.

Kerjasama yang merupakan inisiatif KSEI ini sebagai upaya untuk mempercepat dan mempermudah proses pembukaan rekening investasi di pasar modal. "NIK berada di KTP dan di nomor Kartu Keluarga. Alhamdulillah hari ini Ibu Drektur Utama KSEI Kiki memfasilitasi untuk penandatanganan 100 perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI)," jelas Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad juga menyampaikan apresiasi kepada KSEI dan SRO pasar modal atas inisiatif yang telah dilakukan untuk menfasilitasi terlaksananya kerjasama para pelaku di industri pasar modal dengan Ditlen Dukcapil.

"Banyak hal terus diupayakan OJK untuk program peningkatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di pasar modal. lnisiatif ini sejalan dan sangat mendukung kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat berinvestasi di pasar modal Indonesia," kata Muliaman.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP