Dukung program vokasional, Japfa resmi gandeng Politkenik Pembangunan Pertanian
Merdeka.com - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Japfa) menjalin kerja sama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dalam mendorong penguatan program vokasional. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pada Selasa (18/9) kemarin, di Polbangtan Bogor dan disaksikan langsung oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.
"Transformasi Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STTP) menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian melalui pendidikan, terutama mencetak generasi mda pertanian yang inovatif," kata Amran.
"Diharapkan inovasi dan teknologi dapat dikembangkan di Politehnik ini, karena tanpa teknologi tidak mungkin pertanian Indonesia dapat bersaing," tambah Amran.
Kerja sama ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Japfa dalam mendorong penguatan program vokasi guna membentuk individu untuk siap berada di lapangan pekerjaan. Pendidikan vokasi ini juga dapat meningkatkan kualitas penelitian, mengingat bahwa civitas akademika akan terjun langsung dalam melihat praktik pengolahan pakan.
Penandatanganan yang digelar Polbangtan dengan beberapa industri agribisnis lainnya, juga merupakan simbolisasi peluncuran 6 dari 10 Polbangtan yang tersebar di Indonesia yaitu Medan, Gowa, Manokwari, Malang, Yogyakarta Magelang, dan Bogor, di mana peminatnya meningkat pesat hingga 13.200 orang.
"Bukan kali pertama bagi Japfa menjalin kerja sama dengan instansi pendidikan. Sejak 2017, Japfa telah membuka akses untuk pendidikan vokasi di empat lokasi yang menyasar pada pendidikan SMK," ucap Direktur Corporate Affairs Japfa, Rachmat Indrajaya.
Bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian, Japfa berpartisipasi dalam program vokasi dengan melibatkan Unit Bisnis Pakan Ternak Japfa di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Banten, dan Jawa Timur.
Dengan tersebarnya unit Japfa di Indonesia, Japfa akan ikut mendukung mahasiswa dan dosen untuk mendapatkan akses dan kesempatan memiliki pengalaman kerja praktik sebelum terjun ke dunia industri. Sampai saat ini setidaknya lebih dari 30 SMK telah terpapar oleh program vokasi Japfa.
Rachmat melanjutkan, lebih dari 500 siswa SMK telah mendapatkan kesempatan untuk turun langsung ke dalam praktik pengolahan pakan ternak Japfa, di mana mereka belajar mengenai industri pakan sesuai dengan kurikulum dan modul pembelajaran yang telah diselaraskan.
Sebagai negara agraris, Indonesia butuh lebih banyak pelaksana pertanian, bukan hanya arsitek bidang pertanian. "Dengan penandatanganan kerja sama ini, harapannya jangkauan pengadaan program vokasi dapat semakin luas hingga nantinya dapat memapar civitas akademika di seluruh indonesia," tutup Rachmat.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya