Dukung industri pariwisata, AP II ambil alih 9 bandara hingga 2018
Merdeka.com - PT Angkasa Pura II (Persero) berencana mengambil bandara yang selama ini dikelola oleh Kementerian Perhubungan, Badan Usaha Milik Negara (BUMD), TNI Angkatan Udara (AU), dan swasta. Sampai saat ini, AP II sudah mengelola 13 bandara yang tersebar di Indonesia.
Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin, mengatakan setidaknya ada 6 bandara Kemenhub yang akan dikelola oleh AP II. Pengalihan pengelolaan bandara tersebut, berkaitan dengan rencana pemerintah mengembangkan destinasi pariwisata di daerah.
"Kemenhub mulai mempertimbangkan memindahkan beberapa bandaranya ke AP I dan AP II. Konsepnya diatur di PMK 136 2016, di mana pengelolaan aset BLU (Badan Layanan Umum) bisa dikerjasamakan ke swasta dan BUMN," ujar Awaluddin di Hotel The Plaza, Jakarta, Rabu (14/6).
"Kami melirik enam bandara yang sedang kami diskusikan, yang akan kami dorong untuk BLU ini. Ada kaitannya dengan program pemerintah juga. Misalnya, Bandara Hanandjoeddin di Belitung, mereka minta dipastikan bandaranya bisa mendukung itu (pariwisata)," jelasnya.
Sementara, untuk bandara yang dikelola TNI AU dan akan diambilalih oleh AP II adalah Bandara Wirasaba yang ada di Purbalingga, Jawa Tengah. Di mana, saat ini bandara tersebut masih menjadi basis landasan udara TNI AU.
Sedangkan untuk bandara yang dikelola BUMD adalah Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati. Dari swasta, bandara yang akan diambil alih berlokasi di Bintan, Bintan aviation internasional. Di mana, Bintan akan dikembangkan fasilitas resort dan akan dikerjasamakan bersama AP II.
"Tapi (pengambilalihan) tidak sekaligus tahun ini melainkan bertahap untuk menuntaskan sembilan bandara ini, mungkin akan carry over ke 2018," pungkasnya.
Adapun 6 bandara Kemenhub yang diambil alih oleh AP II adalah sebagai berikut:
1. Bandara Radin Inten II, Lampung
2. Bandara H. AS Hanandjoeddin Tanjung Pandan Belitung
3. Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu
4. Bandara Maimun Saleh, Sabang
5. Bandara Blimbingsari, Banyuwangi
6. Bandara Dr. Ferdinand Lumban Tobing, Sibolga.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya