Duit belanja pegawai terus naik, pelayanan birokrasi masih buruk
Merdeka.com - Alokasi belanja pegawai dalam APBN terus meningkat setiap tahun. Sayangnya, itu masih berbanding terbalik dengan pelayanan birokrasi yang secara keseluruhan masih buruk.
Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati, di Jakarta, Selasa (20/5).
"Gaji pegawai atau PNS pada 2014 naik lagi dari tahun kemarin yang hanya 19,5 persen sekarang 22 persen. Tapi kesejahteraan PNS tidak berubah," ucap Enny.
Dia menjelaskan, kondisi tersebut terjadi lantaran anggaran belanja pegawai lebih banyak dialokasikan untuk pembayaran pensiun yang terus meningkat sejak sewindu lalu. anggaran pensiun tahun ini saja sudah mencapai Rp 36,9 triliun.
"Proporsi terbesar adalah belanja pensiun. Rata rata dari 2006 dan sampai sekarang tidak banyak berubah komposisinya. Pensiun terus naik," tegasnya.
Atas dasar itu, Enny meminta pemerintah mengubah politik anggaran belanja pegawai yang dinilainya sudah tidak proporsional.
"Setiap tahun pensiunan DPR minimal 250 orang dan ini menambah gaji pensiun. Pensiunnya sangat besar. Belum lagi sekarang banyak komisi dan lembaga negara," tegasnya.
Seharusnya, anggaran belanja pegawai yang terus membesar berimplikasi langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan birokrasi. "Di Singapura kita hanya butuh seminggu untuk urus izin usaha. Di Indonesia perlu 90 hari. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya