Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Duet Jokowi-JK ingin bentuk bank infrastruktur

Duet Jokowi-JK ingin bentuk bank infrastruktur Pembangunan tol BORR. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Salah satu faktor penghambat daya saing Indonesia terletak pada sisi minimnya ketersediaan dan rendahnya kualitas infrastruktur di dalam negeri. Tingginya tekanan inflasi dan mahalnya harga kebutuhan pokok masyarakat di daerah terpencil, wilayah Indonesia Timur, juga tidak lepas dari faktor ketiadaaan infrastruktur.

Rendahnya ketersediaan dan kualitas infrastruktur selalu dikaitkan dengan minimnya pendanaan dari keuangan negara. Negara sepenuhnya mengandalkan peran swasta untuk ikut membangun infrastruktur nasional.

Investor kerap mengeluhkan kondisi infrastruktur di dalam negeri sebagai penghambat investasi. Persoalan ini menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi pemimpin Indonesia di masa mendatang. Termasuk dua pasangan calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) dan Prabowo - Hatta Rajasa. Dalam dokumen visi misi yang diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), duet Jokowi - JK menyatakan komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.

Salah satunya dengan membentuk bank pembangunan infrastruktur. Ide ini bukan gagasan baru. Kalangan pengusaha, baik Apindo maupun Kadin sudah terlebih dahulu mendengungkan usulan ini namun hingga saat ini belum terakomodir pemerintah.

Sumber dana untuk bank infrastruktur bisa berasal dari dana jangka panjang seperti modal, penerbitan obligasi, dan pinjaman luar negeri dengan bunga lunak dan jangka panjang.

Bank pembangunan infrastruktur disebut-sebut sebagai solusi untuk pembiayaan proyek pemerintah. Sebab, Jokowi-JK memiliki segudang rencana pembangunan infrastruktur. Mulai dari jalan, jembatan, pasar, saluran irigasi, pelabuhan, bandara, jalur kereta api, kawasan industri dan pembangkit listrik. Pembangunan rel KA (rel ganda) antar kota di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, pembangunan terminal baru untuk bongkar muat terutama di daerah timur Indonesia.

Mantan Wali Kota Solo dan mantan Wakil Presiden ini berencana membangun jalan baru sepanjang 2000 Kilometer dan perbaikan jalan di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Pasangan yang diusung 4 partai politik ini juga menargetkan membangun 10 pelabuhan baru, 10 bandara baru dan membangun 10 kawasan industri baru berikut pengembangan untuk hunian buruhnya.

Tak kalah penting adalah pembangunan infrastruktur untuk sektor energi. Jokowi-JK berjanji membangun kilang minyak untuk mencukupi kebutuhan nasional, pembangunan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG), pipa transmisi.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP