Dubes China: Kereta cepat merupakan proyek terbaik dalam sejarah RI
Merdeka.com - Pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung oleh investor China disebut-sebut menelan biaya jauh lebih mahal ketimbang proyek kereta cepat serupa di Iran.
Duta Besar China untuk Indonesia Xie Feng mengklarifikasi kabar tersebut. Xie Feng menjelaskan, proyek kereta cepat di Iran masih belum ada keputusan hingga kini.
Selain itu, jarak kereta cepat yang dibahas antara Iran dan China pun tidak mencapai angka 400 kilometer (km), melainkan hanya sekitar 150 km.
"Jadi total jarak yang anda dengar bukan untuk kereta cepat, yang digunakan (untuk kereta cepat) hanya sebagiannya," ujar Xie Feng usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (10/3).
Menurut dia, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan proyek terbaik dalam sejarah. Indonesia pun menjadi pemegang saham mayoritas dari konsorsium tersebut, yakni mencapai 60 persen.
"Perbandingan antara dua proyek kereta cepat, saya rasa China Railway Corps sudah memberikan pernyataan. Tawaran kereta cepat oleh China Railway Corps ke Indonesia kali ini merupakan yang terbaik dalam sejarah," kata dia.
Sebelumnya, proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dinilai lebih mahal ketimbang proyek kereta api cepat di Iran. Padahal, kedua proyek kereta api cepat tersebut sama-sama dikerjakan oleh China Railway Engineering Corporation.
Pembangunan kereta cepat di Indonesia dengan jarak 150 kilometer tersebut menelan dana hingga USD 5,5 miliar. Sedangkan, pembangunan kereta cepat di Iran dengan jarak 400 kilometer hanya membutuhkan dana USD 2,73 miliar.
Kedua proyek kereta cepat itu sama-sama dibangun oleh China Railway Engineering Corporation. Tak hanya itu, pembangunan juga sama-sama diperkirakan rampung pada 2018 mendatang.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya