Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dua kali kecelakaan, Freeport bukan perusahaan kelas dunia

Dua kali kecelakaan, Freeport bukan perusahaan kelas dunia PT Freeport. ©Reuters

Merdeka.com - Kecelakaan yang terjadi di lokasi tambang PT Freeport Indonesia dua hari lalu rupanya melunturkan kepercayaan Indonesia akan perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut. Hal ini diungkapkan anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi Golkar Satya W Yudha.

Dalam kecelakaan tersebut, total ada empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang notabenenya bekerja sebagai penambang tewas.

"Saya komisi VII menyesalkan betul sudah dua kali," ucap Satya usai rapat pembahasan RAPBN 2015 di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Minggu (28/9) malam.

Peristiwa tersebut, lanjut Satya, mencerminkan bahwa kapabilitas serta kredibilitas perusahaan Freeport sama dengan sejumlah perusahaan tambang lainnya yang tidak maju.

"Kalau underground mining kecelakaan berarti sama saja seperti perusahaan tidak maju," ungkapnya.

Pihaknya meminta agar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan sanksi tegas atas insiden tersebut. "Harus kasih sanksi karena menyangkut keselamatan kerja, bisa penghentian aktivitas pada lokasi dianggap rawan ini harus dilakukan," tandasnya.

Seperti diketahui, pada hari Sabtu (27/9) telah terjadi kecelakaan tambang di lokasi jalan Tambang Terbuka Grasberg PT Freeport Indonesia (PTFI). Sebanyak empat orang pekerja dinyatakan meninggal dunia, sementara lima lainnya masih berada dalam perawatan di rumah sakit. (mdk/bim)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP