DPR sebut pemerintah harus punya tolak ukur kembangkan Blok Masela
Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi VII DPR Satya W Yudha menilai perbedaan pendapat terkait pengembangan Lapangan Abadi, Blok Masela di Laut Arafuru, Maluku terus berkembang. Bahkan, kata dia, pengembangan Blok Masela ini bakal memberikan nilai investasi dan keuntungan bagi negara.
Menurut data yang diterima, negara akan menerima USD 57 miliar jika membangun kilang dengan sistem LNG terapung (floating LNG). Nilai proyek tersebut hampir mencapai USD 14,8 miliar. Sedangkan, jika membangun kilang di darat (onshore) membutuhkan investasi USD 19,3 miliar dengan potensi negara USD 48 miliar.
"Angka USD 14,8 miliar dan USD 19,3 miliar itu intinya. Kita harus lihat proyek sebesar Masela ini. Apa benchmarknya, kita harus bisa sajikan data dengan benar. Seaka-akan negara akan dapat duit, tapi perlu diingat pendapatan negera dinikmati secara komulatif setelah 40 tahunan," ujar dia di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (2/1),
Padahal, kata Satya, pendapatan negara yang akan didapatkan ini bukan langsung pada tahun berjalan. Namun, potensi pendapatan negara ini akan menimbulkan pandangan di masyarakat. Dia membandingkan pembangunan kilang LNG di Australia dengan melihat potensi gasnya. Pembangunan kilang di Australia hanya menelan investasi sekira USD 3 miliar.
"Pertanyaannya kok muncul angka USD 14,8 miliar dengan bangun kilang di offshore, demikian juga di onshore. Kita harus benchmark, jangan sampai proyek gas Masela dipermainkan," pungkas dia.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya