DPR: Penggabungan PGN-Pertamina buat BUMN rajai migas dalam negeri
Merdeka.com - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Satya W. Yudha, mengatakan penggabungan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dengan PT Pertamina (Persero) menjadi holding akan membuat BUMN merajai sektor hilir minyak dan gas dalam negeri. Sebab, kedua BUMN migas tersebut sama-sama memiliki pangsa pasar yang besar.
"Selain itu, holding akan menciptakan efisiensi karena banyak fungsi yang sama dan bisa digabung satu dengan yang lain. Market share seharusnya bertambah karena penguasaan sektor hilir migas dengan penggabungan kedua perusahaan akan semakin besar," ujar Satya, di Jakarta, Jumat (1/7).
Menurut Satya, dengan operasional yang makin efisien, keuntungan yang bisa diperoleh holding BUMN akan makin besar. Keuntungan yang makin besar membuat penetrasi investasi yang bisa dialokasikan juga meningkat pesat.
Tahun ini Pertamina menganggarkan belanja modal USD 366,3 juta untuk pemanfaatan gas atau 6,9 persen dari total investasi perseroan yang mencapai USD 5,31 miliar. Sementara itu, belanja modal PGN tahun ini sekitar USD 500 juta.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya