Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

DPR nilai setoran Semen Indonesia terlalu kecil untuk negara

DPR nilai setoran Semen Indonesia terlalu kecil untuk negara pabrik semen gresik di tuban. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Memed Sosiawan mengaku tidak setuju jika setoran dividen PT Semen Indonesia (Persero) ke negara dalam postur RAPBN 2015 dikurangi. Pengurangan dividen menjadi hanya 50 persen dari laba ini diajukan dengan alasan laba akan digunakan untuk modal investasi BUMN tersebut.

Namun, kata Memed, Semen Indonesia masih banyak memiliki anggaran yang belum akan habis. Setoran di atas 50 persen diakui tidak akan memberatkan.

"Semen Indonesia enggak perlu tambahan anggaran untuk investasinya. Untuk Tuban saja, anggaran mereka belum habis," kata anggota Fraksi PKS itu dalam rapat Banggar, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/9).

Menurut Memed, dividen Semen Indonesia seharusnya tidak 50 persen saja. Pasalnya kondisi keuangan perusahaan BUMN tersebut sangat baik. Bahkan kalau perlu kata dia, dividen Semen Indonesia harusnya 80 persen.

"Dia tidak butuh tambahan dana dari pemerintah untuk investasi. Yang di Tuban saja tidak dipakai," tegasnya.

Dalam kesempatan sama, Sekretaris Kementerian BUMN, Imam A Putro menjelaskan, Semen Indonesia memang membutuhkan dana untuk investasi. Dengan demikian, dividen yang dikenakan hanya 50 persen dari laba.

"Sehingga harapannya 50 persen (dari laba) digunakan untuk investasi kembali," tegas Imam. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP