DPR nilai kapal ternak Pelni tak efektif turunkan harga daging sapi
Merdeka.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai kapal ternak yang dioperasikan oleh PT Pelni tidak efektif. Sebab, kapal ternak ini tak mampu menurunkan harga daging sapi hingga Rp 80.000 per kilogram (kg).
Wakil Ketua Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi menilai pemerintah tak jeli melihat persoalan daging sapi ini.
"Pemerintah kurang jeli memilah soal daging. Contohnya ada ayam kampung, ada ayam ras beda harganya, ayam kampung lebih tinggi. Di sapi pasar juga sama. Sapi kampung, sapi bali, sapi aceh, sapi madura, harganya lebih tinggi dibandingkan sapi ras, apalagi lebih tinggi dibanding daging beku impor. Kalau pemerintah menyatakan Rp 80.000 kg sebelum lebaran, mungkin konteksnya daging sapi beku impor, pengusaha sudah dapat untung," ujarnya di Gado-Gado Boplo, Jakarta, Sabtu (18/6).
Dia pun meminta kapal ternak untuk diberhentikan saja. Lantaran, kapal ternak ini menggunakan subsidi dari negara sebesar Rp 500.000 per ekor. Padahal, suplai daging sapi di Jabodetabek, Jabar dan Jateng hanya 1 persen dari kebutuhan total.
"Apakah mensubsidi 1 persen bisa menurunkan harga pasar? Tidak mungkin toh, makanya diberhentikan saja, karena itu uang negara tidak akan mampu," jelasnya.
Untuk itu, dia menawarkan beberapa solusi yang bisa digunakan pemerintah untuk menekan harga daging sapi yaitu dengan memperbanyak sentra peternakan.
"Yang punya sapi kan bukan pemerintah, 95 persen punya rakyat, sapi potong peternakan rakyat. BUMN harus dimanfaatkan, dibangun baik," tegas dia.
Selain itu, pemerintah juga harus melakukan diversifikasi daging sapi. Menurut Viva, banyak protein hewani yang bisa dipenuhi tidak hanya dari sapi saja.
"Diversifikasi pemenuhan protein hewani bukan daging sapi saja. Kita punya kerbau lokal banyak, hanya bergantung pada sapi ada apa, setelah diimportasi berasal dari negara tertentu. Kami tidak berharap seperti itu, mengkonsumsi yang layak dan aman memenuhi prosedur," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya