DPR nilai harga bensin di Indonesia harus mengacu negara tetangga
Merdeka.com - Harga premium saat ini seharusnya turun menjadi Rp 6.900 per liter dari Rp 7.300 per liter. Pasalnya, harga minyak dunia merosot hingga mencapai USD 40 per barel.
Demikian diungkapkan Ketua Komisi VII DPR-RI Kardaya Warnika.
Dia berpatokan pada harga BBM oktan 95 di Singapura yang sebesar Rp 6.900 per liter. Di luar ongkos angkut dan pajak, harganya hanya sekitar Rp 6.300 per liter.
"Bagaimana dengan harga bensin RON 88 di Indonesia? Setelah melihat Singapura, bisa kami ambil garis lurus untuk penetapan harga di Indonesia," ujar dia dalam diskusi "Energi Kita" yang digagas RRI, merdeka.com, Sewatama, IJTI, IKN di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (6/9).
Kardaya juga mencontohkan Malaysia. Di negeri jiran itu, harga bensin oktan 92 hanya Rp 6.800 per liter. Sementara di Indonesia, harga bensin beroktan sama dipatok Rp 9.200 per liter.
"Mestinya harga BBM jenis premium diturunkan," katanya
Atas dasar itu, kata Kardaya, pemerintah harus menjadikan harga bensin di negara tetangga sebagai acuan. Ini di luar harga minyak dunia dan biaya distribusi BBM.
"Barulah tetapkan harga BBM-nya," pungkas dia. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya