DPR: Naikkan harga BBM, pemerintah mencla-mencle dan ingkar janji
Merdeka.com - Ketua Komisi VII DPR, Kardaya Warnika menyebut pemerintah telah ingkar janji karena kembali menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar. Menurut Kardaya, saat menggelar rapat kerja dengan Menteri ESDM saat reses beberapa waktu lalu, Menteri ESDM berjanji tidak akan menaikkan harga BBM.
"Langkah pemerintah menaikkan BBM tidak transparan, contoh waktu reses kita (Komisi VII) rapat dengan menteri ESDM. Pak menteri tetapkan harga Solar yang terlalu tinggi waktu itu, lalu kami bilang terlalu tinggi, Berdasarkan ahli hukum hasil rapat itu mengikat. Tetapi itu hanya janji. Sampai sekarang janji itu tidak dipenuhi," kata Kardaya saat diskusi mingguan dihelat merdeka.com, Radio Republik Indonesia, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Institut Komunikasi Nasional (IKN), PT Sewatama yang bertajuk 'naik turun harga BBM apa untungnya untuk rakyat?' di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (29/3).
Selain itu, Kardaya menyebut langkah pemerintah yang kembali menaikkan harga BBM telah mengabaikan beberapa prinsip, seperti tidak berpihak pada kepentingan rakyat karena harga di sektor lain juga sedang membumbung tinggi. "Kebijakan pemerintah khususnya kebijakan BBM harus konsisten dan tidak mencla-mencle," katanya.
Kardaya juga menyebut pemerintah telah melanggar undang-undang karena tidak menggandeng DPR selaku mitra kerja saat mengambil keputusan menaikkan harga BBM.
"Dalam menaikkan harga BBM pemerintah harus sesuai kesepakatan dengan DPR, ini tidak mengajak DPR berarti melanggar perundang-undangan," tutupnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya